Langsung ke konten

Selamat Datang di GALERY JAM TANGAN

100% Original Product

Garansi Resmi

Kualitas Terjamin

News

3 Kerusakan Jam Tangan yang Justru Disukai Pecinta Jam

30 Sep 2026 0 komentar

Biasanya, jam tangan yang warnanya pudar atau berubah dianggap sudah rusak dan turun nilainya. Namun di dunia koleksi jam vintage, logika itu bisa terbalik. Beberapa "kerusakan" akibat usia justru membuat sebuah jam lebih dicari, bahkan harganya bisa berlipat dibanding unit yang masih mulus.

Alasannya sederhana: perubahan ini terjadi secara alami selama puluhan tahun dan tidak bisa ditiru dengan sempurna. Hasilnya, setiap jam memiliki karakter unik yang menceritakan perjalanan hidupnya. Kolektor menyebutnya patina, dan berikut tiga jenis patina yang paling diburu pecinta jam tangan.

1. Tropical Dial: Dial Hitam yang Berubah Menjadi Cokelat

Tropical dial adalah dial yang warnanya berubah seiring waktu, paling sering dari hitam menjadi cokelat, dari cokelat tua hingga cokelat susu yang hangat. Istilah "tropical" muncul karena perubahan ini dulu dikaitkan dengan jam yang lama dipakai di iklim tropis dengan paparan sinar matahari yang kuat.

Penyebab sebenarnya ada pada cat dan pernis dial buatan tahun 1950–1970-an. Formula catnya belum sestabil sekarang, sehingga paparan sinar ultraviolet, panas, dan kelembapan selama bertahun-tahun perlahan mengubah pigmennya. Karena setiap jam mengalami kondisi berbeda, tidak ada dua tropical dial yang benar-benar sama. Ada yang berubah merata, ada pula yang bergradasi dari tengah ke tepi.

Contoh paling terkenal adalah Rolex Submariner dan GMT-Master vintage dengan dial yang berubah menjadi cokelat. Di pasar lelang, versi tropical sering dihargai jauh lebih mahal dibanding versi yang dial hitamnya masih utuh, apalagi jika warnanya merata dan cantik.

2. Patina Lume: Bahan Luminous yang Menguning

Pada jam vintage, bahan luminous di penanda jam dan jarum awalnya berwarna putih kehijauan. Seiring waktu, bahan ini bisa berubah menjadi krem, kuning, jingga, hingga cokelat muda. Kolektor menyebutnya patina lume.

Perubahan ini paling sering terjadi pada jam yang memakai tritium, bahan luminous radioaktif yang umum dipakai sejak 1960-an hingga akhir 1990-an. Tritium memiliki waktu paruh sekitar 12 tahun, sehingga setelah puluhan tahun kemampuannya menyala hampir hilang. Namun warnanya justru berubah menjadi krem hangat yang sangat disukai kolektor. Jam dari era tersebut sering ditandai tulisan kecil "T SWISS T" atau "SWISS T < 25" di bagian bawah dial.

Bagi kolektor, patina lume yang bagus adalah tanda bahwa jam masih memakai dial dan jarum aslinya. Kuncinya adalah keseragaman: warna lume di penanda jam dan di jarum harus serasi. Jika penanda jam sudah krem tetapi jarumnya masih putih bersih, kemungkinan besar jarumnya sudah pernah diganti, dan ini bisa menurunkan nilai jam.

3. Ghost Bezel: Bezel yang Memudar


Insert bezel pada jam selam dan jam GMT vintage biasanya terbuat dari aluminium yang diwarnai. Karena sering terkena sinar matahari, air laut, dan gesekan, warnanya perlahan memudar. Bezel yang pudarnya sangat ekstrem hingga nyaris transparan disebut ghost bezel, karena tampak seperti "hantu" dari warna aslinya.

Contoh yang paling dicari adalah bezel "Pepsi" merah-biru pada Rolex GMT-Master vintage. Setelah puluhan tahun, merah dan birunya bisa memudar menjadi merah muda dan biru muda. Kolektor bahkan memberi julukan khusus untuk bezel yang berubah menjadi merah muda keunguan, yaitu "fuchsia". Bezel hitam pada jam selam juga bisa memudar menjadi abu-abu, dan versi yang pudarnya merata sangat diminati.

Saat ini, sebagian besar jam modern memakai insert bezel keramik yang hampir tidak bisa pudar. Karena itu, ghost bezel aluminium menjadi ciri khas yang tak tergantikan dari jam vintage, sekaligus bukti bahwa jam tersebut benar-benar pernah dipakai berpetualang.

Tips Membeli Jam dengan Patina: Waspada Patina Palsu

Karena patina bisa menaikkan harga, ada saja penjual yang mencoba memalsukannya, misalnya dengan menjemur dial secara sengaja, mengecat ulang lume, atau memasang dial dan bezel pengganti yang diberi efek tua. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Cek keseragaman. Patina alami biasanya konsisten antara dial, lume, dan jarum. Perbedaan warna yang mencolok patut dicurigai.
  2. Teliti kondisi lume. Lume asli yang menua cenderung sedikit retak atau kasar. Lume yang terlalu tebal dan rapi bisa jadi hasil pengecatan ulang.
  3. Minta dokumentasi. Riwayat servis, kotak, dan kertas asli membantu memastikan keaslian komponen.
  4. Beli dari penjual tepercaya. Untuk jam bernilai tinggi, pilih dealer vintage berpengalaman atau minta pendapat ahli sebelum membeli.

Perlu diketahui juga, beberapa merek kini sengaja membuat lume berwarna krem pada jam baru bergaya vintage. Kolektor menyebutnya faux-tina (patina tiruan). Ini sah-sah saja selama dijual sebagai jam baru, tetapi nilainya tentu berbeda dengan patina asli yang terbentuk selama puluhan tahun.

Kesimpulan

Tropical dial, patina lume, dan ghost bezel membuktikan bahwa bagi pecinta jam, ketidaksempurnaan bisa menjadi daya tarik. Ketiganya lahir dari waktu, cuaca, dan petualangan pemiliknya, sehingga setiap jam menyimpan cerita yang tidak bisa diulang. Jika Anda tertarik mengoleksinya, nikmati keunikannya, tetapi selalu teliti keasliannya sebelum membeli.

Postingan Sebelumnya
Postingan Berikutnya

Tulis komentar

All blog comments are checked prior to publishing

Someone recently bought a

Terima kasih sudah berlangganan

Email ini sudah teregistrasi!

Shop the look

Pilih Opsi

Yang Tadi Dilihat

Ubah Opsi
Back In Stock Notification
this is just a warning
Masuk
Keranjang Saya
0 Barang
Cari
Keranjang Saya
Memuat keranjang...