Kenapa Jam Tangan Quartz Tidak Boleh Dibiarkan Berbulan-bulan?

Jam tangan quartz dikenal praktis, akurat, dan hampir tanpa perawatan. Cukup ganti baterai setiap beberapa tahun, jam bisa terus berjalan. Karena itu, banyak orang dengan santai menyimpan jam quartz di laci selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, termasuk jam yang baterainya sudah mati.
Kebiasaan ini ternyata berisiko. Jam quartz memang lebih sederhana daripada jam mekanis, tetapi di dalamnya tetap ada komponen elektronik dan mekanis yang sensitif. Membiarkan jam quartz terbengkalai terlalu lama, terutama dengan baterai yang sudah habis di dalamnya, bisa berujung pada kerusakan yang mahal, bahkan membuat movement tidak bisa diselamatkan. Berikut penjelasannya.
Bahaya Utama: Baterai Mati yang Bocor

Ini alasan terpenting kenapa jam quartz tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kebanyakan jam quartz memakai baterai koin kecil jenis silver oxide (misalnya SR626SW atau SR920SW). Di dalam baterai ini terdapat cairan elektrolit yang bersifat basa dan korosif.
Saat baterai sudah habis dan dibiarkan di dalam jam, risiko kebocoran meningkat. Lapisan segel baterai bisa melemah seiring waktu, terutama di iklim panas dan lembap. Jika bocor, cairan elektrolit akan merembes dan merusak komponen di sekitarnya:
- Kontak baterai berkarat sehingga jam tidak bisa menyala meski sudah diberi baterai baru.
- Sirkuit elektronik (IC) dan kumparan motor bisa terkorosi.
- Roda gigi dan pelat movement di dekat baterai bisa ikut berkarat.
Kerusakan akibat baterai bocor sering kali tidak bisa diperbaiki hanya dengan membersihkan. Movement harus diganti, dan biayanya bisa jauh lebih mahal dibanding sekadar mengganti baterai tepat waktu. Pada jam lama atau jam yang movement-nya sudah tidak diproduksi, kerusakan ini bahkan bisa membuat jam tidak dapat diperbaiki sama sekali.
Pelumas, Gasket, dan Komponen Lain

Pelumas yang Mengering
Banyak orang mengira jam quartz sepenuhnya elektronik. Kenyataannya, jam quartz analog tetap memiliki motor kecil dan rangkaian roda gigi yang menggerakkan jarum. Komponen ini diberi pelumas dalam jumlah sangat sedikit. Jika jam lama tidak berjalan, pelumas bisa mengental atau mengering. Akibatnya, motor harus bekerja lebih keras saat jam dinyalakan kembali, baterai cepat habis, atau jarum tersendat bahkan berhenti.
Karet Penyegel (Gasket) yang Menua
Gasket karet di mahkota, case back, dan kaca menjaga debu dan air tetap di luar. Bahan karet ini akan menua dengan sendirinya, baik jam dipakai maupun tidak. Jika jam lama tersimpan tanpa pengecekan, gasket bisa mengeras dan retak tanpa disadari. Saat jam dipakai kembali, ketahanan airnya mungkin sudah jauh berkurang.
Kelembapan Penyimpanan
Di iklim tropis seperti Indonesia, menyimpan jam di laci tertutup atau lemari yang lembap untuk waktu lama bisa memicu jamur, karat pada komponen logam, dan noda pada dial. Kondisi ini juga mempercepat penuaan gasket dan meningkatkan risiko kebocoran baterai.
Khusus Jam Quartz Tenaga Surya

Jam quartz bertenaga cahaya, seperti Citizen Eco-Drive, Casio Tough Solar, atau Seiko Solar, tidak memakai baterai biasa. Jam ini menyimpan tenaga di dalam baterai isi ulang (secondary cell) yang diisi lewat panel surya di bawah dial.
Jam jenis ini memang lebih awet, tetapi tetap tidak cocok disimpan di laci gelap selama berbulan-bulan. Jika tidak terkena cahaya, baterai isi ulang perlahan kehabisan daya hingga benar-benar kosong. Kondisi kosong total dalam waktu lama (deep discharge) bisa menurunkan kapasitas baterai. Akibatnya, jam lebih cepat kehabisan daya meski sudah diisi, atau bahkan tidak bisa menyimpan daya sama sekali dan baterainya harus diganti di tempat servis.
Jika jam tenaga surya terlanjur mati karena lama disimpan, jemur di bawah cahaya terang, misalnya di dekat jendela, selama beberapa jam hingga beberapa hari sampai indikator daya kembali normal. Hindari meletakkannya di bawah sinar matahari langsung yang sangat panas atau di dasbor mobil, karena suhu tinggi bisa merusak komponen dan baterai.
Kenali Tanda Baterai Mulai Lemah

Banyak jam quartz analog memiliki fitur indikator akhir masa baterai (End of Life indicator). Saat baterai hampir habis, jarum detik akan melompat dua atau empat detik sekaligus, bukan bergerak setiap detik seperti biasa. Jika melihat tanda ini, segera ganti baterai.
Tanda lainnya:
- Jam mulai terlambat atau akurasinya menurun.
- Lampu latar pada jam digital meredup atau tidak menyala.
- Pada jam tenaga surya, indikator daya menunjukkan level rendah atau jarum detik melompat dua detik.
Tips Menyimpan Jam Quartz dalam Waktu Lama
- Jangan biarkan baterai mati di dalam jam. Segera ganti baterai yang habis, atau minta tukang jam melepas baterai jika jam akan disimpan sangat lama.
- Ganti baterai di tempat servis tepercaya, agar gasket juga dicek dan case ditutup dengan rapat.
- Simpan di tempat kering dan sejuk. Hindari laci yang lembap, gunakan kotak jam dengan silica gel bila perlu.
- Untuk jam tenaga surya, simpan di tempat yang terkena cahaya tidak langsung, atau jemur secara berkala agar baterai isi ulang tetap terisi.
- Nyalakan dan pakai sesekali. Memakai jam secara berkala membantu menjaga komponen tetap bergerak dan memudahkan Anda mendeteksi masalah lebih awal.
- Lakukan servis berkala, termasuk pengecekan gasket dan uji ketahanan air, terutama untuk jam yang sering terkena air.
Kesimpulan
Jam quartz memang rendah perawatan, tetapi bukan berarti bebas perawatan. Bahaya terbesar dari membiarkan jam quartz terbengkalai berbulan-bulan adalah baterai mati yang bocor dan merusak movement. Selain itu, pelumas bisa mengering, gasket menua, dan jam tenaga surya bisa mengalami penurunan kapasitas baterai jika lama disimpan di tempat gelap. Dengan mengganti baterai tepat waktu, menyimpan jam di tempat yang tepat, dan sesekali memakainya, jam quartz Anda bisa bertahan hingga puluhan tahun.
