Langsung ke konten

Selamat Datang di GALERY JAM TANGAN

100% Original Product

Garansi Resmi

Kualitas Terjamin

News

Penyebab Tangan Gatal dan Kulit Berkerak Saat Memakai Jam Tangan

05 Oct 2026 0 komentar

Pernahkah Anda merasa gatal di pergelangan tangan setelah memakai jam seharian? Pada sebagian orang, keluhannya bahkan berlanjut menjadi ruam merah, kulit kering bersisik, hingga berkerak di area yang tertutup jam atau tali jam.

Keluhan ini cukup umum, apalagi di iklim tropis seperti Indonesia yang panas dan lembap. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari alergi bahan logam, alergi bahan tali, iritasi keringat, hingga infeksi jamur. Mengenali penyebabnya adalah langkah pertama untuk mengatasinya, agar Anda tetap bisa memakai jam favorit dengan nyaman.

Catatan: artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Jika keluhan berat atau tidak membaik, segera periksakan ke dokter.

1. Alergi Nikel dan Logam Lain

Penyebab paling umum adalah dermatitis kontak alergi terhadap nikel. Nikel adalah salah satu pemicu alergi kontak paling sering di dunia, dan logam ini banyak terdapat pada case belakang, gesper, rantai, atau lapisan jam berharga murah.

Keringat dapat melarutkan sedikit nikel dari permukaan logam. Pada orang yang sensitif, nikel yang terserap kulit memicu reaksi kekebalan tubuh. Gejalanya biasanya muncul 12 sampai 48 jam setelah kontak, berupa:

  • Kulit kemerahan dan sangat gatal tepat di area yang bersentuhan dengan logam.
  • Bintil kecil atau lepuh berisi cairan.
  • Jika berlangsung lama, kulit menjadi kering, bersisik, menebal, dan berkerak.

Perlu diketahui, stainless steel berkualitas seperti 316L umumnya hanya melepaskan sedikit nikel sehingga relatif aman bagi kebanyakan orang. Risikonya lebih tinggi pada logam berlapis (plated) yang lapisannya mulai terkikis, karena logam dasar di bawahnya sering mengandung nikel. Bagi yang sangat sensitif, titanium, keramik, dan emas berkadar tinggi biasanya lebih aman.

2. Alergi Bahan Tali Jam

Bukan hanya logam, bahan tali jam juga bisa memicu alergi.

Tali kulit. Sebagian besar kulit disamak menggunakan senyawa kromium, yang dapat memicu dermatitis kontak pada orang yang sensitif. Pewarna dan bahan finishing kulit juga bisa menjadi pemicu. Tali kulit yang sering basah oleh keringat cenderung melepaskan lebih banyak zat ini.

Tali karet dan resin. Dalam proses pembuatan karet digunakan bahan kimia pemercepat (akselerator) seperti thiuram dan karbamat yang dikenal sebagai pemicu alergi kontak. Lateks alami juga bisa menimbulkan reaksi pada orang yang alergi lateks.

Tali silikon dan nilon. Bahan ini relatif jarang memicu alergi, tetapi tetap bisa menimbulkan iritasi jika jarang dibersihkan.

Ciri khas alergi tali adalah ruam yang mengikuti bentuk tali, bukan hanya di bawah case jam. Jika ruam muncul tepat di sepanjang tali, kemungkinan besar bahan tali itulah penyebabnya.

3. Iritasi Keringat, Kelembapan, Kotoran, dan Gesekan

Tidak semua gatal disebabkan alergi. Sering kali penyebabnya adalah dermatitis kontak iritan, yaitu iritasi kulit akibat kondisi di bawah jam yang terlalu lembap dan kotor.

Beberapa pemicunya:

  • Keringat yang terperangkap. Jam dan tali yang menutup kulit seharian membuat keringat tidak bisa menguap. Kulit yang terus lembap menjadi lunak, mudah iritasi, dan gatal.
  • Sisa sabun, losion, atau air. Setelah cuci tangan atau mandi, sisa sabun dan air sering terjebak di bawah jam dan tali.
  • Kotoran yang menumpuk. Keringat, sel kulit mati, minyak, dan debu menumpuk di sela-sela rantai, lubang tali, atau bagian bawah case. Penumpukan ini bisa mengiritasi kulit.
  • Gesekan. Jam yang dipakai terlalu ketat atau terlalu longgar dan terus bergeser dapat menggesek kulit berulang kali.

Iritasi yang dibiarkan dan sering digaruk lama-lama membuat kulit kering, pecah-pecah, lalu berkerak. Kabar baiknya, jenis iritasi ini biasanya membaik dengan menjaga jam dan kulit tetap bersih dan kering.

4. Infeksi Jamur dan Bakteri

Area di bawah jam yang hangat dan lembap adalah tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak.

Infeksi jamur, seperti kurap (tinea) atau infeksi Candida, biasanya muncul sebagai bercak merah yang gatal dengan tepi lebih jelas dan kadang bersisik. Bercak ini bisa meluas perlahan jika kulit terus lembap.

Infeksi bakteri sering terjadi sebagai komplikasi. Kulit yang sudah iritasi atau luka karena digaruk menjadi pintu masuk bakteri. Tandanya antara lain kulit terasa nyeri, bengkak, hangat, bernanah, atau muncul kerak berwarna kekuningan seperti madu.

Tali jam yang jarang dibersihkan, terutama tali kulit dan kain yang menyerap keringat, bisa menjadi sarang mikroorganisme ini. Infeksi jamur dan bakteri tidak akan sembuh hanya dengan melepas jam, sehingga perlu penanganan medis yang tepat.

Cara Mengatasi dan Mencegah

Jika kulit mulai gatal atau ruam, langkah pertama adalah berhenti memakai jam tersebut sementara waktu agar kulit bisa pulih. Hindari menggaruk, karena garukan memperparah iritasi dan memicu kulit berkerak serta infeksi.

Untuk mencegahnya kambuh, lakukan kebiasaan berikut:

  1. Jaga jam tetap bersih. Lap case dan tali setiap hari. Bersihkan rantai logam secara berkala dengan sikat lembut dan air sabun, lalu keringkan sampai tuntas.
  2. Keringkan pergelangan sebelum memakai jam. Setelah cuci tangan, mandi, atau berolahraga, pastikan kulit dan jam benar-benar kering.
  3. Beri kulit waktu bernapas. Lepas jam saat tidur atau saat di rumah, dan sesekali pindahkan jam ke tangan lain.
  4. Atur kerapatan. Pakai jam dengan kerapatan pas, cukup longgar sehingga satu jari bisa masuk di antara tali dan kulit.
  5. Pilih bahan yang sesuai. Jika Anda alergi nikel, pilih jam titanium, keramik, atau logam bebas nikel. Untuk tali, pertimbangkan silikon, nilon, atau kulit yang disamak tanpa kromium (vegetable-tanned).
  6. Gunakan pelindung. Lapisan pelindung seperti cat kuku bening pada case belakang bisa menjadi solusi sementara, tetapi perlu diulang karena mudah terkikis.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter atau dokter spesialis kulit jika:

  • Ruam tidak membaik setelah satu sampai dua minggu berhenti memakai jam.
  • Kulit bernanah, bengkak, terasa panas, sangat nyeri, atau muncul kerak kekuningan.
  • Ruam meluas ke area lain di luar bagian yang tertutup jam.
  • Anda disertai demam atau merasa tidak enak badan.

Dokter dapat memastikan penyebabnya, misalnya melalui uji tempel (patch test) untuk mengetahui bahan apa yang memicu alergi, lalu memberikan obat yang sesuai seperti salep antiradang, antijamur, atau antibiotik.

Kesimpulan

Gatal dan kulit berkerak saat memakai jam tangan umumnya disebabkan oleh alergi nikel, alergi bahan tali, iritasi keringat dan kotoran, atau infeksi jamur dan bakteri. Kebanyakan kasus bisa dicegah dengan menjaga kebersihan jam, memastikan kulit tetap kering, dan memilih bahan yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Jika keluhan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

 

Postingan Sebelumnya
Postingan Berikutnya

Tulis komentar

All blog comments are checked prior to publishing

Someone recently bought a

Terima kasih sudah berlangganan

Email ini sudah teregistrasi!

Shop the look

Pilih Opsi

Yang Tadi Dilihat

Ubah Opsi
Back In Stock Notification
this is just a warning
Masuk
Keranjang Saya
0 Barang
Cari
Keranjang Saya
Memuat keranjang...