Langsung ke konten

Selamat Datang di GALERY JAM TANGAN

100% Original Product

Garansi Resmi

Kualitas Terjamin

News

Sejarah Audemars Piguet: Perjalanan Brand Jam Tangan Mewah yang Menjadi Ikon Dunia

24 Jul 2026

Audemars Piguet (AP) merupakan salah satu nama paling bergengsi dalam industri jam tangan mewah Swiss. Bersama Patek Philippe dan Vacheron Constantin, Audemars Piguet termasuk dalam kelompok "Holy Trinity" atau tiga manufaktur jam tangan paling prestisius di dunia. Didirikan pada tahun 1875, merek ini dikenal karena memadukan inovasi teknis, desain revolusioner, dan pengerjaan tangan yang luar biasa. Hingga saat ini, Audemars Piguet masih menjadi perusahaan independen yang dimiliki oleh keluarga pendirinya.

Sejarah Audemars Piguet dimulai di sebuah desa kecil bernama Le Brassus, yang berada di kawasan Vallée de Joux, Swiss. Daerah ini dikenal sebagai pusat lahirnya berbagai jam tangan mekanikal paling rumit di dunia.

Pada tahun 1875, dua pembuat jam muda, Jules Louis Audemars dan Edward Auguste Piguet, memutuskan untuk mendirikan perusahaan bersama.

Mereka memiliki keahlian yang saling melengkapi:

  • Jules Louis Audemars bertanggung jawab pada pengembangan dan pembuatan mesin (movement).
  • Edward Auguste Piguet menangani penyetelan movement, penjualan, dan pengelolaan bisnis.

Kolaborasi tersebut melahirkan Audemars Piguet sebagai manufaktur yang fokus menciptakan jam tangan dengan komplikasi tinggi, jauh sebelum produksi massal menjadi tren di industri horologi.

Fokus pada Jam Tangan Komplikasi Tinggi

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Audemars Piguet dikenal sebagai spesialis pembuat movement rumit, seperti:

  • Perpetual Calendar
  • Minute Repeater
  • Chronograph
  • Split Seconds Chronograph
  • Tourbillon

Di masa itu, perusahaan lebih banyak memproduksi movement untuk distributor maupun merek lain sebelum akhirnya mulai menjual jam tangan dengan nama Audemars Piguet secara lebih luas. Reputasi mereka sebagai pembuat movement berkualitas tinggi berkembang pesat di kalangan kolektor dan bangsawan Eropa.

Bertahan Melewati Berbagai Krisis

Seperti banyak perusahaan Swiss lainnya, Audemars Piguet menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk Depresi Besar pada tahun 1930-an.

Alih-alih menurunkan kualitas demi mengejar volume produksi, perusahaan memilih tetap mempertahankan standar pengerjaan tangan dan fokus pada jam tangan eksklusif dengan jumlah produksi terbatas. Strategi ini membantu menjaga citra Audemars Piguet sebagai manufaktur jam tangan mewah hingga saat ini.

Royal Oak: Jam Tangan yang Mengubah Dunia Horologi

Titik balik terbesar dalam sejarah Audemars Piguet terjadi pada tahun 1972 ketika perusahaan meluncurkan Royal Oak.

Jam tangan ini dirancang oleh desainer legendaris Gérald Genta, yang mendapat tantangan untuk menciptakan jam tangan sport berbahan baja dengan tampilan yang benar-benar berbeda.

Royal Oak hadir dengan desain yang belum pernah ada sebelumnya:

  • Bezel segi delapan dengan delapan baut terlihat.
  • Gelang baja menyatu dengan case (integrated bracelet).
  • Dial bermotif Tapisserie.
  • Ukuran case besar untuk zamannya (39 mm).

Yang paling mengejutkan adalah harganya. Royal Oak dijual lebih mahal dibanding banyak jam tangan emas pada masa itu, sesuatu yang dianggap sangat berani. Namun keputusan tersebut justru melahirkan kategori baru: luxury sports watch.

Menghadapi Krisis Quartz

Pada dekade 1970-an hingga 1980-an, industri jam tangan Swiss diguncang oleh Quartz Crisis, ketika jam tangan quartz dari Jepang menawarkan harga yang jauh lebih murah dan akurasi tinggi.

Banyak produsen Swiss gulung tikar. Namun Audemars Piguet berhasil bertahan berkat kesuksesan Royal Oak dan komitmennya pada jam tangan mekanikal berkualitas tinggi. Model tersebut menjadi simbol bahwa jam tangan mekanikal tetap memiliki nilai seni, teknik, dan eksklusivitas yang tidak dapat digantikan oleh teknologi quartz.

Era Modern dan Inovasi

Memasuki abad ke-21, Audemars Piguet terus berinovasi melalui berbagai koleksi seperti:

  • Royal Oak
  • Royal Oak Offshore
  • Royal Oak Concept
  • Code 11.59

Selain menghadirkan desain baru, perusahaan juga mengembangkan berbagai movement in-house, material inovatif seperti forged carbon dan ceramic, serta komplikasi tingkat tinggi yang memperkuat posisinya di dunia haute horlogerie.

Tetap Independen Selama 150 Tahun

Berbeda dengan banyak merek jam mewah yang telah menjadi bagian dari grup besar seperti Richemont, LVMH, atau Swatch Group, Audemars Piguet tetap menjadi perusahaan independen yang dimiliki oleh keluarga pendirinya.

Kemandirian ini memberi kebebasan bagi perusahaan untuk mempertahankan standar kualitas, berinovasi, dan mengambil keputusan jangka panjang tanpa tekanan dari pemegang saham publik. Pada tahun 2025, Audemars Piguet merayakan 150 tahun perjalanan sebagai salah satu manufaktur jam tangan mewah paling berpengaruh di dunia.

Fakta Menarik Audemars Piguet

  • Didirikan pada 1875 di Le Brassus, Swiss.
  • Masih dimiliki oleh keluarga pendirinya hingga saat ini.
  • Termasuk dalam Holy Trinity jam tangan Swiss bersama Patek Philippe dan Vacheron Constantin.
  • Royal Oak (1972) dianggap sebagai pelopor kategori luxury sports watch.
  • Produksi tahunannya relatif terbatas dibanding banyak merek mewah lain, sehingga menjaga eksklusivitas dan kualitas.

Selama lebih dari satu setengah abad, Audemars Piguet telah membuktikan bahwa inovasi, keahlian tangan, dan keberanian dalam desain mampu menciptakan warisan yang bertahan lintas generasi. Dari sebuah bengkel kecil di Le Brassus hingga menjadi salah satu nama paling dihormati di dunia horologi, Audemars Piguet terus menunjukkan bahwa jam tangan bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan karya seni mekanikal yang mencerminkan tradisi, teknologi, dan kemewahan.

Postingan Sebelumnya
Postingan Berikutnya
Someone recently bought a

Terima kasih sudah berlangganan

Email ini sudah teregistrasi!

Shop the look

Pilih Opsi

Yang Tadi Dilihat

Ubah Opsi
Back In Stock Notification
this is just a warning
Masuk
Keranjang Saya
0 Barang
Cari
Keranjang Saya
Memuat keranjang...