Langsung ke konten

Selamat Datang di GALERY JAM TANGAN

100% Original Product

Garansi Resmi

Kualitas Terjamin

Blog Galery Jam Tangan

TAG Heuer Rilis Formula 1 Solargraph Edisi Zandvoort F1, Persembahan Perpisahan untuk Sirkuit Ikonik

30 Aug 2026 0 komentar

TAG Heuer kembali menghadirkan edisi terbatas yang sarat makna emosional. Kali ini, brand jam mewah asal Swiss tersebut merilis dua varian Formula 1 Solargraph bertema Zandvoort F1, sebagai bentuk penghormatan untuk balapan Formula 1 Dutch Grand Prix terakhir yang digelar di Sirkuit Zandvoort, Belanda.

Perpisahan dengan Sirkuit Penuh Kenangan

Setelah kembali ke kalender F1 pada 2021 usai absen 35 tahun, Zandvoort telah menjadi salah satu balapan paling ikonik berkat suasana khasnya: lautan warna oranye dari ribuan pendukung Max Verstappen yang dijuluki "Orange Army". Namun, promotor balapan memutuskan untuk tidak melanjutkan keikutsertaan Zandvoort dalam kalender F1 ke depannya, sehingga edisi tahun 2026 ini — yang berlangsung pada 21–23 Agustus dan menjadi akhir pekan sprint pertama sirkuit tersebut — menjadi balapan terakhirnya di ajang Formula 1.

Momen perpisahan inilah yang diabadikan TAG Heuer, yang sejak 2025 kembali menyandang status sebagai pencatat waktu resmi Formula 1 (setelah sebelumnya memegang peran serupa pada 1992–2003), lewat dua jam tangan edisi terbatas bertema Zandvoort.

Dua Varian, Satu Semangat Oranye

Kedua model Formula 1 Solargraph Zandvoort F1 ini pada dasarnya adalah jam yang sama, namun dibedakan melalui pilihan tali dan jumlah produksi:

  • Varian tali karet oranye — dibatasi hingga 1.500 unit, dibanderol sekitar 2.150 dolar AS.
  • Varian tali logam (steel bracelet) — hanya dijual eksklusif secara online dengan produksi terbatas 1.000 unit, dan dibanderol sedikit lebih tinggi, sekitar 2.250 dolar AS (setara 2.200 euro).

Kedua jam ini menggunakan casing baja sandblasted berdiameter 38mm, dengan ketebalan sekitar 10mm dan lug-to-lug sekitar 42–45mm — dimensi yang cukup ringkas dan mengingatkan pada gaya koleksi Formula 1 orisinal yang pertama kali diperkenalkan TAG Heuer pada 1986. Ciri khasnya terletak pada bezel bi-directional oranye berbahan TH-Polylight, dial berwarna abu-abu opaline dengan aksen oranye di bagian flange, serta ketahanan air hingga 100 meter.

Ditenagai Cahaya, Bukan Baterai

Yang membuat seri Solargraph ini menarik secara teknis adalah penggunaan mesin TH50-00, sebuah kaliber quartz yang ditenagai oleh cahaya — baik cahaya matahari langsung maupun cahaya buatan — sebagai alternatif dari jam quartz konvensional bertenaga baterai. Cukup dengan satu menit terkena sinar matahari langsung, jam ini sudah mendapat energi untuk beroperasi selama sehari penuh. Pengisian daya penuh membutuhkan waktu kurang dari 40 jam paparan cahaya, dan mampu bertahan hingga sepuluh bulan meski disimpan di tempat gelap total. Akumulator dayanya sendiri diperkirakan bisa bertahan sekitar 15 tahun sebelum perlu diganti.

Teknologi ini menjadikan jam tangan tersebut praktis untuk dipakai sehari-hari tanpa perlu terlalu khawatir soal perawatan baterai.

Lebih dari Sekadar Jam Edisi Terbatas

Bagi TAG Heuer, rilis ini bukan sekadar strategi merchandising musiman. Ini adalah cara brand tersebut merayakan kembalinya koleksi Formula 1 ke akar warna-warni dan desainnya yang kompak sejak akhir era 1980-an, sekaligus menghormati salah satu sirkuit dengan atmosfer penggemar paling khas dalam sejarah Formula 1 modern. Dengan absennya Zandvoort dari kalender F1 setelah musim ini, jam tangan Solargraph Zandvoort F1 pun menjelma menjadi semacam artefak dari sebuah era balapan yang telah usai.


Postingan Sebelumnya
Postingan Berikutnya

Tulis komentar

All blog comments are checked prior to publishing

Someone recently bought a

Terima kasih sudah berlangganan

Email ini sudah teregistrasi!

Shop the look

Pilih Opsi

Yang Tadi Dilihat

Ubah Opsi
Back In Stock Notification
this is just a warning
Masuk
Keranjang Saya
0 Barang
Cari
Keranjang Saya
Memuat keranjang...